Friday, May 15, 2026

lomba Ide Cerita Film Vertical

Lomba Ide Cerita Film Vertical "Berbeda, Bersama, Ruang untuk Semua"

Definisi
1. Film Vertical adalah  Film vertical adalah format film atau video yang dibuat dengan orientasi tegak (portrait), bukan melebar seperti film tradisional. Rasio yang paling umum adalah 9:16, sama seperti layar ponsel saat dipegang vertikal.

2.Institut Media Digital Emtek (IMDE) dan Frans Seda Foundation  memberikan wadah bagi siswa SMA/SMK/MA  di seluruh Indonesia untuk menuangkan ide kreatif mereka dalam bentuk konsep cerita yang kuat, otentik, dan relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.



3.Kompetisi Ide Cerita dengan tema Berbeda, Bersama, Ruang Untuk Semua yang ditujukan bagi pelajar SMA/SMK sederajat di seluruh Indonesia” merupakan ajang kreatif yang terbuka bagi siswa/i SMA sederajat untuk menyalurkan ide, kreativitas, dan pesan toleransi melalui karya film pendek. Setiap peserta dapat mengirimkan proposal ide cerita atau karya film sesuai tema harmoni, keberagaman, dan persatuan di Indonesia.

4.Peserta terpilih akan mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karya terbaiknya sebagai bagian dari gerakan literasi toleransi dan kreativitas generasi muda. Selain itu, karya terpilih juga akan memperoleh pendampingan kreatif serta apresiasi dari para praktisi dan mentor di bidang perfilman dan media digital.

Tujuan Lomba
1.Mendorong kreativitas generasi muda dalam bidang penulisan dan perfilman.
2.Menanamkan nilai toleransi, persaudaraan, dan keberagaman.
3.Menggali ide cerita lokal yang autentik dan inspiratif
4.Memberikan pengalaman industri melalui proses pitching dan mentoring.
5.Mengembangkan talenta muda di industri kreatif Indonesia. 

Kelebihan Lomba 
1. Setiap pengirim langsung mendapatkan e-sertifikat peserta dengan logo media grup (Indosiar, SCTV, Vidio.
2. 50 pengirim pertama mendapatkan voucher berlangganan Vidio.com
3.Sekolah dengan peserta banyak mendapatkan publikasi di media online.
4.Mentoring Praktisi Profesional
5.Bisa menggunakan smartphone
6.Ide terpilih mendapatkan subsidi biaya produksi
7.Pemenang mendapatkan hadiah dan kesempatatan tayang di Vidio.com *




Persyaratan

  1. Tim pendaftar terdiri dari minimal 3 (tiga) orang tim inti produksi.
  2. Anggota tim inti produksi adalah penduduk negara Republik Indonesia, dan dapat dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Pelajar Instansi Edukasi di Indonesia.
  3. Anggota tim inti harus sudah pernah terlibat dalam produksi minimal 1 (satu) film pendek dalam posisi apapun, dibuktikan dengan penyertaan tautan di proposal.
  4. Pendaftar harus mampu menyusun Rancangan Anggaran Biaya (RAB) produksi.
  5. Jenis film atas ide cerita yang diusulkan adalah film vertical .
  6. Tema ide cerita/film harus secara kuat menggambarkan kehidupan masyarakat dari latar belakang suku, agama, budaya, bahasa, maupun kebiasaan yang berbeda namun tetap hidup berdampingan secara harmonis. Cerita dapat diambil dari situasi sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang dekat dengan generasi muda, seperti lingkungan sekolah, pertemanan, keluarga, komunitas, maupun interaksi di media sosial.

Kriteria Peserta 
  • Siswa aktif SMA/SMK sederajat 
  • Warga Negara Indonesia (WNI) 
  • Pernah terlibat dalam produksi film (sekolah, komunitas, atau individu) 


Ketentuan Karya 

  1. Karya ide cerita atau film harus merupakan karya orisinal, tidak mengandung unsur SARA, serta mengangkat tema toleransi, harmoni, dan keberagaman di Indonesia. Cerita yang disampaikan diharapkan mampu merepresentasikan nilai-nilai persatuan, saling menghargai, kepedulian, gotong royong, dan kehidupan berdampingan secara damai dalam keberagaman masyarakat Indonesia.
  2. Boleh menggunakan bahasa daerah (dengan subtitle) 
  3. Proposal ide cerita film pendek fiksi berisi:
    1. Judul;
    2. Logline (dalam 1 kalimat atau maksimal 25 kata);
    3. Sinopsis (maksimal 300 kata);
    4. Visi Sutradara (Maks 100 kata)
    5. Rencana latar cerita di wilayah/daerah Indonesia disertai foto.
    6. Daftar nama tim inti, berikut dengan lampiran Curriculum Vitae (CV) dari setiap anggota  tim inti dengan mencantumkan tautan minimal 1 (satu) karya film pendek.
    7. Timeline produksi
    8. Kontak perwakilan tim produksi/komunitas.
    9. Ukuran maksimum proposal: 30 MB.
  4. Pendaftaran dilakukan melalui link resmi https://s.id/lomba_imde
  5. Pendaftaran dibuka mulai sekarang dan dikirimkan paling lambat pada tanggal 4 Juli 2026, pukul 23.59 WIB.
  6. Tim seleksi akan memilih 20 (dua puluh) proposal yang akan diundang untuk mengikuti pitching forum secara daring di hadapan dewan juri. Untuk kebutuhan ini, setiap peserta diharapkan sudah menyusun ide cerita dalam bentuk pitch deck presentation.
  7. Dewan Juri akan memilih 5 (lima) proposal terbaik. Masing-masing proposal akan mendapatkan:
    – Subsidi biaya produksi
    – Pendampingan teknis dari mentor praktisi profesional yang ditunjuk oleh panitia penyelenggara.
  8. Produksi film akan dilakukan dalam waktu 31 Juli -26 Agustus 2026
  9. Fasilitasi biaya produksi akan diserahkan kepada tim secara bertahap sesuai dengan tahapan produksi yang telah disepakati oleh panitia.
  10. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  11. Pendaftaran tidak dipungut biaya.
  12. Informasi lebih lengkap mengenai LOMBA IMDE  dapat menghubungi panitia melalui:
    • E-mail              : lombafilm2026@gmail.com
    • Whatsapp         : 0811-978-1122
Alur Lomba






Hadiah Total Rp. 50 Juta + Beasiswa Kuliah di IMDE

Daftar di sini Link Pendaftaran

Nara hubung: 0811-978-1122 (WA Only)



Friday, March 27, 2026

Prompt Membuat Karikatur Foto Pasangan

Buatlah karikatur pasangan yang digambar tangan secara ultra-realistis dari foto yang diunggah. Pertahankan fitur wajah dan struktur tubuh asli mereka agar tetap mudah dikenali, tetapi ubah pose dan postur mereka untuk menciptakan pengalaman berbelanja yang lucu. Pasangan pria tampak kelelahan dengan bahu membungkuk dan postur miring, membawa dua puluh tas belanja warna-warni yang hampir menutupi wajahnya. Pasangan wanita berdiri tegak dengan bahasa tubuh yang energik dan senyum lebar yang antusias, menunjuk ke arah toko lain. Gunakan goresan sketsa pensil halus dengan bayangan cat air lembut pada latar belakang putih polos. Fokuskan pada realisme gambar 8K, tekstur kain yang detail, dan lipatan tas kertas yang realistis dalam gaya karikatur yang lucu dan berlebihan.
Buat karikatur profesional dan lucu menggunakan foto pasangan yang diunggah. Pertahankan identitas wajah tetapi ubah postur dan ekspresi. Pasangan wanita mengangkat lengannya tinggi-tinggi dalam pose selfie dengan ekspresi wajah bebek yang berlebihan. Pasangan pria berdiri sedikit di belakang, membungkuk dan tampak bosan, terlihat menguap atau membuat ekspresi lelah yang konyol. Gunakan gaya menggambar realisme humoris ultra-realistis. Biarkan latar belakang polos berwarna kuning. Tambahkan detail 4K pada pantulan mata dan permukaan ponsel sambil mempertahankan ekspresi humoris yang berlebihan. 


Gambarlah karikatur dramatis di mana kedua pasangan berebut meraih satu pengisi daya ponsel di lantai dengan intensitas seperti berburu harta karun. Pakaian santai di rumah, latar belakang abu-abu lembut, penggambaran emosi yang berlebihan, dan pewarnaan kulit yang realistis. 



Gambarlah kartun seorang wanita yang duduk bahagia di pundak seorang pria sambil makan es krim, sementara pria itu tampak sedih tetapi tetap tersenyum. Pakaian pria kasual, latar belakang lavender, gaya lukisan digital yang halus. 



Buat karikatur 3D realistis dari sepasang kekasih di taman hijau dengan pepohonan yang sedang berbunga dan cahaya pagi yang lembut. Tempatkan mereka di atas selimut piknik dengan keranjang piknik dan bunga di dekatnya. Gunakan ekspresi ceria dan tertawa serta pose yang jujur dan bercerita, bukan pose dari foto aslinya. Pria itu mengenakan jaket denim kasual dan wanita itu mengenakan hijab. Tambahkan detail seperti rumput, kelopak bunga, tekstur kain, dan realisme 4K. Pertahankan wajahnya tetapi desain ulang pose dan gerak tubuhnya.


Tuesday, March 17, 2026

Monday, February 9, 2026

“Tren Baru Medsos: Sekali Upload Foto, AI Langsung Gambar Profesi Kamu!”

Tren kecerdasan buatan kembali menghebohkan media sosial. Kali ini, pengguna ramai mencoba prompt “Create a caricature of me and my job based on everything you know about me” untuk mengubah foto diri menjadi karikatur lucu yang mencerminkan profesi sekaligus kepribadian mereka.


Fenomena ini berkembang cepat karena siapa pun bisa membuat potret kartun tanpa kemampuan menggambar atau software mahal cukup unggah foto dan ketik perintah sederhana.

Apa Itu Tren “Create a Caricature of Me and My Job”?

Tren ini memungkinkan seseorang mengubah foto menjadi versi kartun yang dilebih-lebihkan (caricature) dengan bantuan AI. Biasanya, hasil gambar menampilkan ciri wajah, atribut kerja, hingga benda yang identik dengan aktivitas sehari-hari.

Prompt viral tersebut bekerja dengan meminta AI memanfaatkan informasi tentang pengguna—baik dari deskripsi yang diberikan maupun riwayat percakapan untuk menciptakan ilustrasi yang terasa personal.

Menariknya, tren ini mulai meledak pada awal Februari 2026 ketika pengguna menyadari bahwa AI dapat “menyatukan” berbagai detail tentang diri mereka menjadi satu gambar satir namun relevan.


Kenapa Tren Ini Bisa Viral?

Ada beberapa faktor yang membuat challenge ini cepat menyebar di Instagram, TikTok, hingga forum online:

1. AI makin mudah digunakan
Kini orang bisa membuat kartun hanya dengan beberapa kalimat tanpa perlu keterampilan desain.

2. Personal branding semakin penting
Banyak pengguna senang menampilkan “versi superhero” dari pekerjaan mereka sebagai identitas digital yang unik.

3. Prompt mudah ditiru
Begitu satu kalimat menjadi populer, orang lain cukup copy-paste dan langsung mencoba.

4. Hasilnya lucu tapi tetap herkenal
Tujuannya bukan realisme, melainkan menangkap “vibe” seseorang dengan cara yang menyenangkan dan mudah dibagikan

Prompt Viral yang Banyak Dipakai

Prompt paling populer berbunyi:

“Create a caricature of me and my job based on everything you know about me.”

Kalimat ini sering menghasilkan gambar yang terasa akurat sekaligus menghibur, terutama jika AI memiliki cukup konteks tentang pengguna. Namun, jika Anda pengguna baru, menambahkan detail tentang pekerjaan, hobi, atau kebiasaan dapat membantu AI menghasilkan gambar yang lebih relevan.

Cara Membuat Karikatur AI Sendiri (Step-by-Step)

Mengikuti tren ini sebenarnya sangat mudah. Berikut langkah umumnya:

  1. Buka aplikasi atau situs AI yang mendukung pembuatan gambar.
  2. Unggah foto yang jelas dan memiliki pencahayaan baik agar wajah mudah dikenali.
  3. Masukkan prompt viral tersebut.
  4. Tunggu AI menghasilkan beberapa variasi, lalu pilih yang paling sesuai.

Untuk hasil terbaik, gunakan foto close-up dan tambahkan deskripsi seperti alat kerja, suasana kantor, atau gaya visual tertentu.

 

 

Saturday, February 7, 2026

Micro-Drama Tren Baru Hiburan Digital

Micro-drama adalah format serial naratif berdurasi sangat singkat yang dirancang untuk konsumsi melalui perangkat mobile. Kehadirannya mencerminkan perubahan cara masyarakat menikmati hiburan, dari tayangan panjang menuju konten yang lebih cepat, ringkas, dan mudah diakses. Dengan konsep mobile-first, micro-drama biasanya dikemas dalam vertical format agar nyaman ditonton tanpa perlu memutar layar, sehingga selaras dengan kebiasaan pengguna smartphone saat ini.



Keberhasilan micro-drama tidak lepas dari penggunaan hook, yaitu pembuka yang mampu menarik perhatian penonton hanya dalam beberapa detik. Pada era banjir informasi, bagian awal menjadi penentu apakah audiens akan bertahan atau langsung melewati konten tersebut. Oleh karena itu, kreator dituntut untuk menghadirkan konflik, kejutan, atau pertanyaan sejak awal agar rasa penasaran penonton segera terbentuk.

Selain itu, banyak micro-drama mengandalkan fast-paced storytelling, yakni alur cerita yang bergerak cepat tanpa adegan yang tidak relevan. Setiap momen dirancang memiliki fungsi dalam membangun emosi atau konflik. Cerita kemudian diperkuat dengan cliffhanger di akhir episode teknik menggantung yang sengaja digunakan agar penonton terdorong untuk menonton kelanjutannya.

Kombinasi strategi tersebut sering kali memicu perilaku binge-watching, yaitu kebiasaan menonton beberapa episode sekaligus dalam satu waktu. Durasi yang pendek membuat penonton merasa “baru sebentar menonton,” padahal tanpa disadari mereka telah menghabiskan banyak episode. Untuk menjaga keterlibatan ini, micro-drama biasanya dikemas dalam episodic bites atau episode mini yang tetap memiliki konflik dan resolusi sederhana, namun terhubung dalam cerita besar.

Tidak kalah penting, micro-drama juga memanfaatkan emotional trigger seperti romansa, konflik sosial, atau kisah transformasi karakter agar cerita terasa lebih dekat dengan penonton. Konten semacam ini cenderung algorithm-friendly karena mampu mempertahankan durasi tonton, meningkatkan interaksi, serta mendorong konten lebih sering direkomendasikan oleh platform. Fenomena ini menunjukkan bahwa micro-drama bukan sekadar tren hiburan digital, tetapi juga menjadi indikator perubahan perilaku audiens sekaligus peluang strategis dalam industri media dan kreatif.