Sunday, November 30, 2025
Saturday, November 22, 2025
Panduan Penulisan Laporan Magang
Panduan Laporan Magang IMDE
Edisi Terbaru Tahun 2025 • Program Studi Produksi Media
1. Petunjuk Teknis Penulisan
Berikut adalah format standar yang wajib diikuti. Pastikan pengaturan Microsoft Word/Google Docs Anda sesuai sebelum mulai mengetik.
Checklist Format
- Kertas: Ukuran A4
- Font Isi: Times New Roman, 12 pt
- Font Judul Bab: Times New Roman, 14 pt, Bold, Huruf Kapital
- Spasi Baris: 1.5 spasi (Teks Utama)
- Spasi Khusus (1.0): Kutipan panjang (>5 baris), Daftar Pustaka, Tabel
- Paragraf: Rata Kanan-Kiri (Justify)
- Indensi: Awal paragraf menjorok 6 karakter (0.38 inch)
Visualisasi Margin
Times New Roman 12pt
Tips Halaman:
Awal Bab (1, 2..) di Tengah Bawah.
Halaman Lanjutan di Kanan Atas.
2. Sistematika Laporan
Laporan terdiri dari 5 Bab utama dengan rincian sebagai berikut:
- 1.1 Latar Belakang: Alasan pentingnya magang & pemilihan perusahaan.
- 1.2 Tujuan Magang: Tujuan umum & khusus (skill teknis).
- 1.3 Manfaat Magang: Bagi Mahasiswa, Prodi, dan Perusahaan.
- 1.4 Waktu & Tempat: Lokasi, tanggal, jam kerja, nama pembimbing.
- 1.5 Ruang Lingkup: Batasan tugas (misal: hanya editing & kamera).
- 2.1 Teori Produksi Media: Wajib ada kutipan buku/jurnal (Pra/Produksi/Pasca).
- 2.2 Konsep Pendukung: Teori spesifik (Storytelling, Lighting, dll).
- 2.3 Studi Terdahulu: (Opsional) Riset relevan sebelumnya.
- 3.1 Gambaran Umum: Profil perusahaan, sejarah, visi-misi.
- 3.2 Deskripsi Divisi: Fungsi divisi tempat Anda bekerja.
- 3.3 Tugas & Tanggung Jawab: Detail pekerjaan harian faktual.
- 3.4 Dokumentasi: Foto kegiatan + Narasi 5W1H (Bukan sekadar album).
- 4.1 Analisis Penerapan Teori: Bandingkan Teori Bab II vs Praktik Lapangan.
- 4.2 Hambatan & Solusi: Kendala teknis/non-teknis dan cara mengatasinya.
- 4.3 Kontribusi: Nilai tambah yang Anda berikan ke perusahaan.
- 4.4 Evaluasi: Refleksi kritis program magang.
- 5.1 Kesimpulan: Rangkuman kompetensi yang didapat.
- 5.2 Saran: Masukan konstruktif untuk Prodi, Perusahaan, dan Mahasiswa.
3. Contoh & Template
Format Halaman Sampul
Judul ditulis Kapital, Bold, Bentuk Piramida Terbalik.
Urutan: Judul Laporan > Periode > Logo IMDE > "Disusun Oleh:" > Nama & NIM > Program Studi > Tahun.
Urutan Kata Pengantar (Wajib)
- Tuhan Yang Maha Esa
- Rektor IMDE
- Wakil Rektor Akademik
- Wakil Rektor Kolaborasi
- Ketua Program Studi Produksi Media
- Dosen Pembimbing (Akademik)
- Direktur Perusahaan Tempat Magang
- Instruktur Lapangan (Mentor)
- Dosen & Staf lainnya
4. Kebijakan Penggunaan AI
Hasil deteksi AI (Turnitin/ZeroGPT) wajib di bawah 40%. Lampirkan bukti screenshot di laporan.
✅ BOLEH
- Mencari ide kerangka tulisan.
- Memperbaiki tata bahasa (grammar).
- Menerjemahkan referensi asing.
❌ DILARANG
- Copy-Paste mentah hasil AI.
- Membiarkan AI menulis pengalaman Anda.
- Menggunakan data palsu (Halusinasi AI).
5. Komponen Penilaian
- Aspek Profesional: Disiplin, Kerjasama Tim, Inisiatif, Tanggung Jawab.
- Aspek Akademik: Keaktifan Bimbingan, Sistematika Penulisan, Kedalaman Analisis Laporan.
Saturday, November 8, 2025
Trik Baru ChatGPT Go 2025: Cara Dapat Akses Gratis Premium Selama 12 Bulan
Belakangan ini banyak orang penasaran dengan promo ChatGPT Go gratis 12 bulan yang sempat muncul di India. Kabar baiknya, pengguna dari Indonesia juga bisa menikmati promo ini kalau tahu triknya!
baca juga Belajar Kecerdasan Buatan di Produksi Media
Caranya gampang banget dan bisa dilakukan hanya dengan HP atau laptop.
- 🔹 1. Aktifkan VPN dan Pilih Server India
Langkah pertama, bikin koneksi internet kamu seolah-olah berasal dari
India.
Caranya pakai aplikasi VPN gratis seperti:
- UrbanVPN
- ProtonVPN
- Windscribe
Setelah install, pilih server India, lalu aktifkan VPN-nya. Kalau sudah
tersambung, kamu siap lanjut ke langkah berikutnya.
- 🔹 2. Gunakan Akun ChatGPT Baru (Belum Pernah Langganan)
Promo ini biasanya hanya muncul untuk akun baru. Kalau akunmu sudah
pernah berlangganan ChatGPT Plus, sebaiknya:
- Buat akun
baru pakai email lain
- Atau login
pakai akun Google baru
- 🔹 3. Login ke ChatGPT dan Tunggu Promo Muncul
Setelah login dengan VPN India, buka situs ChatGPT. Biasanya akan muncul tawaran ChatGPT
Go gratis 12 bulan di halaman utama.
Kalau belum muncul, coba:
- Refresh
halaman beberapa kali
- Login ulang
- Ganti browser
(misalnya dari Chrome ke Edge atau Firefox)
Kadang promo nggak langsung kelihatan, jadi sabar aja ya.
- 🔹 4. Aktifkan ChatGPT Go Gratis
Kalau promo-nya sudah muncul, klik “Coba Gratis” atau “Get Started”.
Kamu mungkin diminta memilih metode pembayaran seperti kartu Visa atau Google
Pay. (bisa juga gunakan Gopay, Dana )
Jangan khawatir selama promo aktif, biayanya tetap Rp0 selama 12 bulan
pertama.
- 🔹 5. Batalkan Langganan Agar Tidak Dikenai Biaya Otomatis
Setelah promo aktif, langsung batalkan langgananmu lewat:
Settings → Manage Subscription → Cancel
Jangan takut, walaupun dibatalkan sekarang, kamu tetap bisa pakai
ChatGPT Go sampai masa gratisnya habis. Langkah ini penting supaya tidak ada
tagihan otomatis setelah promo selesai.
- 🔹 6. Matikan VPN Setelah ChatGPT Go Aktif
Begitu ChatGPT Go berhasil aktif, kamu bisa matikan VPN.
Fitur-fitur premiumnya tetap bisa kamu nikmati meski kamu sudah kembali pakai
jaringan Indonesia.
Praktis banget, kan?
- 🔹 7. Kalau Gagal, Coba Trik Alternatif Ini
Kalau promo belum juga muncul, coba beberapa cara ini:
- Ganti browser
atau gunakan mode incognito
- Gunakan
laptop/PC, bukan HP
- Coba metode
pembayaran lain (kartu Visa sering berhasil)
- Kalau pakai
Android, bisa lewat Google Play
- Pengguna
iPhone kadang agak susah, jadi Android lebih disarankan
🏁 Kesimpulan
Nah, itu dia cara mudah untuk dapat ChatGPT Go gratis 12 bulan dari
Indonesia.
Cukup pakai VPN, akun baru, dan sedikit sabar.
Promo ini bisa berubah kapan saja, jadi kalau berhasil manfaatkan
sebaik mungkin!
Dan jangan lupa, batalkan langganan sebelum masa gratis habis supaya tidak kena
tagihan otomatis.
Wednesday, October 15, 2025
“FFS 2025: Saat Siswa-Siswi SMA Berubah Jadi Sutradara Hebat!”
Jakarta
— Festival Film Sosiologi (FFS) kembali digelar sebagai agenda tahunan
Departemen Kominfo BEMP Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Tahun ini,
ajang bergengsi tersebut berlangsung pada Jumat, 10 Oktober 2025, di Gedung Ki
Hajar Dewantara lantai 9, UNJ, dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di
Indonesia.
![]() |
| Dewan juri berfoto bersama para pemenang |
Kegiatan
ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas siswa-siswi SMA
sederajat dalam memproduksi film pendek bertema sosial. FFS 2025 menghadirkan
tiga juri dari berbagai latar belakang profesional, yakni Nur Syafitri, S.I.Kom
(SMK Taruna Bhakti), Teguh Setiawan, S.Pd., M.I.Kom (Dekan Vokasi IMDE), dan Devi
Septiandini, M.Pd (Dosen Pendidikan Sosiologi UNJ).
Menurut
Dr. Rusfadia Saktiyanti Jahja, M.Si., Koordinator Program Studi Sosiologi UNJ,
festival ini menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk berpikir kritis dan
berkreasi melalui media film.
“Kegiatan
seperti ini sangat relevan dengan karakter anak muda masa kini yang dekat
dengan dunia film dan digital. Harapannya, semakin banyak siswa yang
berpartisipasi di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
baca juga
Lewat
karya film yang dihasilkan, peserta diharapkan mampu menggugah kesadaran
penonton terhadap isu pendidikan, literasi digital, dan kepedulian lingkungan,
serta mendorong lahirnya solusi atas berbagai persoalan sosial di sekitar
mereka.
![]() |
| Dewan juri sedang melakukan penilaian |
Selaku
ketua pelaksana, Chayara mengungkapkan rasa bangganya atas suksesnya
penyelenggaraan acara tahun ini. Sementara itu, Teguh Setiawan, S.Pd., M.I.Kom,
yang bertindak sebagai juri sinematografi dan editing, menyampaikan
apresiasinya terhadap kualitas karya peserta.
“Banyak
film yang sudah bagus secara visual dan menarik dalam pengeditannya. Semoga
para peserta terus belajar dan berlatih agar karya mereka semakin berkualitas
di masa depan,”
ungkapnya.
Dengan
mengusung tema isu pendidikan, FFS 2025 menayangkan tujuh film terbaik hasil
karya orisinal peserta. Pemutaran film tersebut tidak hanya menjadi hiburan,
tetapi juga menjadi sarana inspirasi dan refleksi sosial bagi masyarakat
terhadap kondisi pendidikan di Indonesia saat ini. (teg)
Sunday, October 5, 2025
Upload Foto, Tulis Prompt, Unduh Hasilnya. Semudah Itu!
Pernahkah Anda membayangkan bisa mengubah atau menggabungkan foto hanya dengan menuliskan sebuah kalimat sederhana? Jika dulu hal itu membutuhkan keahlian desain tingkat tinggi dan software yang rumit, kini siapa saja bisa melakukannya dengan mudah. Teknologi kecerdasan buatan (AI) memungkinkan kita menciptakan gambar baru dari foto yang kita miliki, hanya dengan mengandalkan prompt instruksi teks yang sederhana namun penuh makna.
Bayangkan Anda punya dua foto: satu foto wajah dan
satu foto pemandangan. Dengan aplikasi ini, Anda cukup menuliskan perintah
seperti “Gabungkan wajah dengan latar pegunungan di waktu senja” dan
dalam sekejap hasilnya akan muncul, siap diunduh. Inilah revolusi baru dalam dunia fotografi digital yang
membuat siapa pun bisa menjadi kreator visual.
Artikel ini akan
menjelaskan langkah-langkahnya.
1.
Klik Link berikut
https://gemini.google.com/share/855c56640f6b
2.
Mengunggah
Foto
Langkah pertama adalah memilih foto yang ingin
digunakan sebagai bahan dasar. Pengguna cukup klik tombol Upload Foto, lalu
pilih file gambar dari perangkat mereka. Aplikasi secara otomatis akan
memproses file dan menampilkannya di layar.
Contoh: Anda ingin menggabungkan dua foto satu foto
pemandangan dan satu foto manusia. Cukup unggah keduanya sekaligus.
3. baca juga Mengenal Prodi Produksi Media
Menuliskan Prompt
Bagian inti dari aplikasi ini adalah prompt, yaitu
instruksi berupa teks yang memberi tahu AI bagaimana foto-foto tersebut harus
digabungkan.
Prompt bisa berupa deskripsi singkat maupun detail,
misalnya:
- “Gabungkan foto wajah dengan latar belakang
pegunungan seperti lukisan.”
- “Tambahkan suasana malam dengan cahaya bulan dan
bintang.”
- “Jadikan kedua foto terlihat seperti poster film
futuristik.”
Semakin jelas prompt yang ditulis, semakin sesuai pula
hasil yang dihasilkan oleh AI.
| masukan dua foto dan tuliskan prompt |
![]() |
| Hasil generate |
4.
Proses Penggabungan dengan AI
Setelah foto diunggah dan prompt ditulis, klik tombol Proses/Gabungkan.
Aplikasi Anda akan bekerja di balik layar, memanfaatkan model AI untuk:
- Menganalisis foto yang diunggah,
- Menyusun komposisi sesuai instruksi prompt,
- Menghasilkan foto baru yang sesuai keinginan.
Proses ini biasanya berlangsung cepat, hanya dalam
beberapa detik hingga menit, tergantung ukuran file dan kompleksitas
permintaan.
baca juga Mahasiswa Promed belajar AI
5.
Mengunduh Hasil
Begitu foto selesai diproses, pengguna bisa langsung
melihat hasilnya di layar. Jika sudah sesuai, tinggal klik tombol Unduh Hasil.
Foto akan tersimpan di perangkat dengan kualitas tinggi, siap dibagikan atau
digunakan sesuai kebutuhan.
Tips Agar Hasil Maksimal
- Gunakan foto dengan resolusi baik agar
hasil gabungan terlihat tajam.
- Tulis prompt yang spesifik, misalnya: “Gabungkan
wajah dengan latar kota Jogja di pagi hari”, bukan hanya “gabungkan
foto”.
- Jika hasil pertama belum sesuai, coba variasikan
prompt dengan kata-kata lain.
Sunday, September 28, 2025
“Kreator Hebat Ditolak Gara-Gara Alat? Ironi Zaman Digital”
Kadang saya suka heran, ada aja lowongan kerja atau project yang syaratnya harus punya device tertentu. Rasanya agak aneh. Emangnya ide, kreativitas, dan kerja keras bisa diukur dari alat yang dipakai?
Menurut saya sih, device bagus itu cuma bonus. Punya kamera canggih, laptop kenceng, atau HP yang mahal memang bisa mempermudah proses. Tapi kalau dijadikan syarat mutlak, akhirnya malah bikin banyak orang kreatif tersisih. Padahal mereka mungkin punya ide segar dan semangat belajar yang lebih tinggi dibanding yang sudah “bermodal”.
Kreativitas Bukan Soal Alat
Saya percaya, yang bikin konten bagus itu bukan alatnya, tapi orang di baliknya.
-
Orang bisa bikin video menarik cuma pakai HP sederhana, asalkan ceritanya relate.
-
Skill ngedit bisa dipelajari pelan-pelan, nggak harus langsung jago.
-
Konsistensi jauh lebih penting, karena dari situlah orang berkembang.
Kalau mikir harus punya device mewah dulu baru bisa berkarya, ya kapan mulainya?
Efek dari Syarat Device
Nah, kalau lowongan kerja terus-terusan menekankan device tertentu, efeknya bisa diskriminatif. Orang-orang yang sebenarnya berbakat tapi belum punya modal besar otomatis tersingkir. Padahal dunia digital harusnya jadi ruang yang terbuka, tempat siapa aja bisa menunjukkan karyanya.
Jadi, Apa Pentingnya Device?
Menurut saya, device itu ibarat alat bantu. Sama kayak pensil buat penulis atau kuas buat pelukis. Penting? Iya. Tapi apakah menentukan hasil akhir? Nggak selalu. Yang lebih menentukan adalah ide, cara eksekusi, dan konsistensi berkarya.
Penutup
Jadi kalau kamu lihat lowongan kerja yang syaratnya ribet soal device, coba pikir dua kali. Apakah mereka benar-benar cari talenta, atau cuma cari orang yang kebetulan punya alat tertentu?
Karena pada akhirnya, kreativitas sejati lahir dari pikiran, bukan dari genggaman gadget mahal.
Saturday, August 9, 2025
Guru Wajib Tahu! Trik Adopsi AI ala Onno W. Purbo yang Bikin Murid Semangat Belajar
Di era transformasi digital saat ini, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) telah merambah hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Perubahan ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi para pendidik. AI tidak lagi hanya menjadi wacana teknologi masa depan, melainkan sudah menjadi alat nyata yang dapat membantu proses belajar mengajar secara lebih efektif, personal, dan adaptif. Bagi guru, menguasai dan memanfaatkan AI bukan hanya meningkatkan kualitas pengajaran, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan di abad ke-21 yang serba cepat.
Onno W. Purbo, salah satu tokoh teknologi terkemuka di Indonesia, memandang adopsi AI di kelas sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran guru sebagai fasilitator pembelajaran. Menurutnya, AI dapat menjadi mitra yang meringankan beban administratif, menyediakan sumber belajar yang kaya, serta membantu menyusun materi sesuai kebutuhan dan gaya belajar siswa. Namun, implementasi AI di sekolah tidak dapat dilakukan secara instan dibutuhkan pemahaman, perencanaan, dan strategi yang matang agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal, sekaligus menghindari dampak negatif yang mungkin muncul.
Bagi yang ingin mempelajari lebih lanjut, materi lengkap karya Onno W. Purbo dapat diunduh dan digunakan secara bebas melalui tautan berikut: Download Materi Adopsi AI di Kelas. Silakan dimanfaatkan untuk pengembangan pembelajaran di kelas, dengan tetap mencantumkan nama pembuat sebagai bentuk penghargaan.
Monday, July 7, 2025
Googol, Brand Besar Akibat Salah Ketik !
Kita sering menganggap typo atau salah ketik sebagai kesalahan kecil yang memalukan—apalagi kalau sedang ngetik caption, tugas kuliah, atau bahkan skripsi. Tapi siapa sangka, ada beberapa brand besar dunia yang justru lahir karena typo, dan sekarang malah dikenal secara global!
Yup,
typo bukan selalu musibah. Kadang malah jadi berkah! Ini dia beberapa contoh
menariknya:
1.
Google – Dari “Googol” Jadi Mesin Pencari Dunia
Awalnya,
pendiri Google ingin menamai mesin pencari mereka “Googol”, sebuah istilah
matematika untuk angka 1 yang diikuti 100 nol. Nama ini dipilih untuk
menggambarkan misi Google dalam mengorganisasi informasi sebanyak mungkin.
Tapi
ketika mendaftarkan domain, mereka salah ketik jadi “Google”. Dan ya, sampai
sekarang nama itulah yang melekat—dan jadi salah satu brand paling berpengaruh
sedunia.
2.
Pepsi – Dari “Brad’s Drink” ke Nama Baru karena Kesalahan
Sebelum
dikenal sebagai Pepsi, minuman ini bernama “Brad’s Drink”, dari nama
penciptanya Caleb Bradham. Ia kemudian ingin mengganti nama menjadi “Pepsin”,
merujuk pada enzim pencernaan untuk menekankan manfaat kesehatannya (walau
sekarang jadi ironi ya, hehe).
Namun
saat proses pengemasan dan branding, terjadi salah cetak/penulisan, dan
hasilnya jadi “Pepsi”. Anehnya, nama typo ini justru lebih catchy dan mudah
diingat.
3.
Sony Vaio – Typo atau Inovasi?
Meski
bukan typo murni, brand VAIO milik Sony awalnya disalahpahami. Nama ini adalah
singkatan dari “Video Audio Integrated Operation”. Namun banyak yang
menyebutnya hanya karena keren dilihat dan dibaca.
Akhirnya,
karena banyak kesalahan penyebutan dan desain logo yang ambigu, justru VAIO
jadi brand teknologi yang dikenal karena tampilannya yang estetis—padahal lahir
dari kekacauan branding internal.
4.
Reebok – Salah Ketik Nama Hewan
Brand
sepatu ini awalnya ingin menggunakan nama “Rhebok”, yang merupakan sebutan
Afrika Selatan untuk sejenis kijang cepat dan lincah. Tapi karena typo,
tertulis jadi “Reebok”.
Lucunya,
typo ini malah bikin nama brand terdengar lebih modern dan global-friendly.
Sampai hari ini, Reebok tetap identik dengan gaya sporty dan streetwear.
5.
Skype – Dari "Sky Peer-to-Peer"
Skype
awalnya bernama Sky Peer-to-Peer, menggambarkan teknologi mereka untuk
melakukan panggilan via internet (peer-to-peer). Nama ini kemudian disingkat
jadi “Skyper”.
Namun,
ketika domain “skyper.com” sudah diambil, mereka menghapus huruf ‘r’ agar tetap
bisa digunakan, dan lahirlah nama Skype. Lagi-lagi, typo karena ketersediaan
domain justru membawa hoki!
Kesimpulan:
Jangan Takut Typo, Siapa Tahu Jadi Rezeki
Dari
semua cerita di atas, ada satu pelajaran penting: Kesalahan bukan akhir dari
segalanya. Bahkan, kadang kesalahan kecil seperti typo bisa membuka pintu
kesuksesan besar.
Jadi,
buat kamu yang sedang merintis brand, bisnis, atau project kreatif, jangan
terlalu stres kalau ada salah ngetik. Siapa tahu, itu justru jadi ciri khas
yang bikin brand-mu menonjol!
Saturday, June 28, 2025
Mengenal Program Studi Produksi Media, IMDE
Di era digital seperti sekarang, kebutuhan akan konten kreatif dan berkualitas semakin tinggi—baik untuk media sosial, platform streaming, hingga industri hiburan dan edukasi digital. Program Studi Produksi Media hadir menjawab tantangan ini dengan membekali mahasiswa kemampuan produksi konten audio visual yang relevan dan adaptif. Di sini, kamu nggak cuma belajar teori, tapi juga praktik langsung menggunakan teknologi terkini seperti kamera broadcast, sistem editing digital, hingga software livestreaming. Semua dirancang agar lulusannya siap bersaing di industri kreatif digital yang terus berkembang.
Program Studi Produksi Media
Mencetak Talenta Profesional di Bidang Produksi Konten Media Digital.
Pelajari Lebih LanjutGambaran Umum
Program Studi Produksi Media dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi profesional yang kompeten di industri media yang dinamis. Anda akan belajar berbagai aspek produksi media, mulai dari konsep, pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi untuk berbagai platform seperti televisi, film, radio, media online, dan konten digital.
Kami fokus pada pengembangan keterampilan praktis dan teoritis yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, memastikan lulusan siap menghadapi tantangan di dunia kerja.
Mengapa Program Studi Produksi Media?
- Relevansi dengan Era Digital
Program Studi Produksi Media dirancang untuk menjawab kebutuhan industri kreatif dan digital yang terus berkembang, dengan fokus pada produksi konten multiplatform yang adaptif terhadap perubahan teknologi. - Kurikulum Berbasis Praktik dan Proyek Mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga pengalaman langsung melalui praktik produksi, baik secara individual maupun kolaboratif, menggunakan peralatan standar industri.
- Dosen Profesional dan Praktisi Industri Pengajaran dilakukan oleh tenaga pengajar yang berpengalaman, terdiri dari akademisi dan praktisi aktif di bidang media dan komunikasi, sehingga materi ajar selalu up-to-date dan aplikatif.
- Fasilitas Lengkap dan Modern Mahasiswa mendapatkan akses ke seluruh studio Indosiar & SCTV, dan melakukan praktik dengan peralatan standar broadcast.
- Peluang Karier yang Luas Lulusan memiliki kompetensi untuk berkarier sebagai produser, sutradara, content creator, jurnalis multimedia, manajer media sosial, hingga entrepreneur di bidang media digital.
- Integrasi dengan Dunia Industri Program ini menjalin kemitraan strategis dengan berbagai media, agensi kreatif, rumah produksi, dan platform digital untuk membuka peluang magang, riset terapan, hingga rekruitmen langsung.
Kurikulum
Kurikulum kami dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan di bidang produksi media dan selalu diperbaharui sesuai perkembangan.
Semester I
- Pendidikan Religiusitas
- Pancasila & Kewarganegaraan
- Bahasa Indonesia
- Pengenalan Perangkat Produksi
- Pengantar Jurnalistik
- Pengantar Ilmu Komunikasi
- Dasar-Dasar Logika
- New Media & Implementasi
Semester II
- Fotografi
- Public Speaking
- Penulisan Naskah Drama
- Penulisan Naskah Nondrama
- Psikologi Komunikasi
- Motion Graphic
- Komunikasi Visual
- Jurnalistik Multimedia
Semester III
- Digital Videografi I
- Editing I
- Directing
- Audio For Production
- Lighting
- Manajemen Produksi Media
- English For Media
- Teknik Reportase & Wawancara
Semester IV
- Digital Videografi II
- Editing II
- Literasi Digital
- Art & Aesthetics
- Hukum & Etika Media
- Produksi Media Digital
- Riset Konten Media
Semester V
- Distibusi Bisnis Media
- Feature & Documenter
- Media Entrepreneurship
- Streaming Production
- Pengantar Animasi
- Programming TV & Media
- Metode Penulisan Ilmiah
Semester VI
- Studio Production
- TV News Production
- AI For Content Creation
- Social Media Strategy
- Sport Media Productions
- Transmedia Storytelling
- Manajemen Penyiaran TV
Semester VII
- Falsafah Emtek
- Magang Industri
Semester VIII
- Tugas Akhir
Prospek Kerja
Lulusan Program Studi Produksi Media memiliki peluang karir yang luas di berbagai sektor industri, antara lain:
- Broadcasting Crew (Cameraman, Audioman, Lightingman, Floor Director)
- Sutradara & Asisten Sutradara
- Editor Video/Audio
- Videografer & Sinematografer
- Penulis Naskah
- Jurnalis Multimedia
- Live Streamer
- Youtuber & Film Maker
- Content Creator & Influencer
- Media Enterpreneur
Capaian Pembelajaran (Learning Outcomes)
Setelah menyelesaikan program ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek produksi media dari awal hingga akhir.
- Menguasai teknik dan teknologi produksi video, audio, dan multimedia terkini.
- Menciptakan konten media yang kreatif, informatif, dan relevan untuk berbagai platform.
- Menganalisis tren industri media dan mengadaptasi strategi produksi.
- Berkomunikasi secara efektif dan bekerja dalam tim produksi.
- Memahami etika dan regulasi dalam produksi dan penyebaran media.
Testimoni Mahasiswa
Djenar L Kinanti
Mahasiswa Produksi Media, 2022
"Menjadi mahasiswa produksi media membuat saya mengenal bahwa terdapat banyak jenjang karir dalam dunia kreatif yang dapat dipelajari dan ditekuni. Program studi ini juga menyediakan pembelajaran dan fasilitas yang mendukung perkembangan kreatif mahasiswa!"
Annisa NFZ
Mahasiswa Produksi Media, 2023
"Belajar di program studi ini membuka jalan saya untuk berkreasi tanpa batas. Banyak proyek seru yang membuat saya merasa siap terjun ke dunia industri sejak sekarang dan yang saya paling suka adalah kolaborasi antarmahasiswa karena kami belajar produksi dari awal hingga tayang."
Anita S Simatupang
Mahasiswa Produksi Media 2024
"Ketika saya melangkahkan kaki untuk memasuki dunia produksi media dengan segala kebutaan saya akan prodi ini, rasa takutlah yg menghantui saya.Namun semua berubah seiring proses yang terjadi. Relasi, kemampuan digital, pengalaman berharga yg tak pernah dijalani menjadikan saya sebagai individu yang lebih berkualitas!"
Wednesday, May 28, 2025
“Gak Perlu Shooting! Ini Cara Gila Bikin Video Keren dari Prompt "
Halo, mastepedian!
Pernah nggak sih kamu kepikiran bikin video sinematik cuma modal ngetik teks
aja? Sekarang udah bisa, lho! Kenalin: VEO 3 dari Google DeepMind, AI
generatif video yang bisa ngehasilin video super realistis hanya dari prompt
alias deskripsi teks. Cocok banget buat kamu yang pengen eksplorasi dunia video
tapi belum jago editing.
Tapi… sayangnya, saat artikel ini ditulis, VEO belum tersedia
resmi di Indonesia. Tapi tenang, kita bisa tetap coba pakai VPN. Yuk, aku kasih tahu step by step-nya!
Yuk, kita bahas step-by-step gimana cara bikin video pakai prompt
di VEO 3!
Apa Itu VEO 3?
VEO 3 adalah model video generatif dari OpenAI yang bisa bikin video sinematik hanya dari prompt teks. Bayangin aja, kamu ketik:“Seseorang berlari di tengah hujan dengan kamera sinematik dan pencahayaan dramatis, suasana seperti film Blade Runner”…dan voila! keluar video pendek yang keren banget ala Hollywood. 😍.
Langkah 1: Siapkan VPN
Karena akses VEO belum tersedia di Indonesia, kita perlu “pindah lokasi” dulu pakai VPN. Kamu bisa pakai layanan VPN seperti: ProtonVPN (gratis), TunnelBear (gratis terbatas) Surfshark / NordVPN (berbayar tapi stabil)
Tips: Pilih lokasi server USA atau UK yang punya akses ke VEO Beta.
Langkah
2: Akses VEO
- Aktifkan VPN
dan pastikan koneksi kamu terdeteksi di luar Indonesia.
- Buka browser
dan login ke akun https://gemini.google/overview/video-generation/?hl=id.
(pastikan akunmu sudah pro)
- Kalau sudah
dapat akses beta, akan muncul opsi untuk generate video dari prompt.
4. Pastikan VEO 3 sudah aktif
Langkah 3: Tulis Prompt
Ini bagian paling
seru. Kamu tinggal tulis deskripsi video yang kamu mau, jika bingung bisa minta
bantuan ChatGPT.
Tips
nulis prompt:
- Gunakan
bahasa Inggris
- Tambahkan
gaya visual (contoh: cinematic, warm, dreamy, horror)
- Sertakan
gerakan kamera kalau mau (contoh: drone shot, tracking, close up)
baca juga Tips Membuat Prompt
Langkah
4: Tunggu dan Unduh
Setelah prompt
dikirim:
- VEO akan
memproses (biasanya butuh beberapa menit).
- Setelah
jadi, kamu bisa preview dan download videonya.
- Saat ini ada limitasi penggunaan VEO untuk generate video, sehingga pikirkan prompt yang dibuat agar sesuai.
- Prompt 1 Seorang kakek Indonesia memakai batik dan sarung dengan penuh semangat keluar dari kerumunan nenek-nenek di pasar tradisional yang ramai. Dia berdiri gagah di depan kerumunan nenek-nenek yang memakai kebaya dan jilbab warna-warni. Kakek tersebut berteriak lantang, "IMDE!" Nenek-nenek menjawab serentak dengan semangat, "Pasti Bisa!" Kakek kembali berteriak, "IMDE!" dan nenek-nenek menjawab, "Adaptif, Kreatif, Kompetitif!" Kemudian kakek berteriak ketiga kalinya, "Emtek Institut!" Semua nenek serentak menjawab dengan penuh semangat, "Invent Your Future!" Suasana penuh semangat, penuh energi positif, dengan latar belakang pasar tradisional yang ramai, tenda-tenda warna-warni, dan suasana hidup khas Indonesia.
- Prompt 2 A slow-motion cinematic shot of a beautiful young Indonesian woman standing confidently on a rooftop in Jakarta during golden hour. She wears a casual yet stylish outfit and holds a camera in her hand. The warm sunset bathes the skyline behind her. The camera slowly zooms in from a wide drone shot to a medium close-up. She smiles, looks directly into the lens, and speaks in clear Indonesian:
🎙️ “Suka bikin konten? Suka cerita dan kreatif? Yuk, kuliah di Produksi Media bareng aku. Biar karya kita bisa didengar dunia!”


.png)




.jpg)







